Sunday, 15 July…

Sunday, 15 July 2012

23 : 32 p.m

Semu,yang pekat ?

Dulu – dulunya tak terfikirkan untuk berjalan di setapak jalan yang reyot dan hampi ambruk ini. Mungkin dulu hanya salah dalam mengartikan setiap suara yang keluar. Atau sebenarnya kamu telah memilih jalan itu hanya untuk mencari puing kaca yang tersisa, kamu hanya ingin berkaca membandingkan dirimu sendiri, bercakap tentang gerimis, tertawa dengan hembusan angin, bermain dengan duri – duri kaktus yang menjulang di langit – langit cendela dengan dentingan bel, semua itu dia.

Dia, siapa? Yang tak pernah bisa kamu mengerti. Dia, pedang tajam yang membunuhmu dengan sigap. Dia, kenapa? Maya. Nyata?….hilang.

Dalam tangkupan jemari mu, mengharapkan dia untuk datang, menyentuh lembut jarimu, membawakan secarik kertas yang berisikan sah, untuk bisa bersua dengan malam – malam yang dulu hingga merasakan lebih dalam tentang mimpi kalian, mimpi yang terhenti untuk sejuta detik. Mendambakan tempat yang nyata untuk sekedar duduk bersanding, merenung, mencari, dan menyatukan Cinta kalian dihadapan seribu gerimis yang kalian nanti.

Seperti teori alam yang sering gonjang – ganjing, hidup ini berevolusi juga tereliminasi. Mungkin lebih memilih untuk tidak berevolusi, dan bahkan jangan sampai menemui eliminasi. Jika bintang malam ini enggan untuk lenyap oleh silau sang sinar, mungkin kamu memilih untuk lari dan mendekapnya dengan erat, seiring mati nya dentingan bel.

Satu detik yang ada hanya dipersembahkan untuk bersamamu, bahkan seribu alasan rela dia tanggalkan hanya untuk bisa mencintaimu dalam ruang yang sempit ini, meskipun hanya secenti.

Tapi hidup ini seperti secangkir kopi, sedikit pait, tak semanis gula, kopi yang cair. Hidup ini berjalan tanpa henti, norma yang berubah. Menjadi anggun seperti kembang – kembang digurun.

Takut kah?

Takut untuk tidak bisa menyentuh nya? Keberadaan mu membuatnya semakin tersudut untuk mengakui kejujuran bahwa menutup goresan – goresan yang kamu torehkan sangat lah pekat untuk hilang. Keberadaan mu membuat semua nya tenang, diam, ikhlas untuk melihat betapa Esa Nya menjadikan mu makhluk yang sangat ia cintai.

Baginya kamu merupakan sejarah, momen dan sederet cerita apik yang mengharuskan ia selalu meraciknya dalam dokumen benaknya. Seperti hal nya, kaktus ia sangat kuat diasalnya karena dalam tubuhnya telah kau singgahi. Sementara dalam waktu yang terus berputar, dia bagaikan musafir yang singgah untuk menghirup udara yang sama seperti mu. Udara yang menyelimuti ruangan abstrak.

Dia bertaruh mahal dengan waktu, hanya untuk bisa membuktikan kebenaran mutlak nya yang berisikan goresan – goresan cintanya terhadap mu. Bahkan kamu lebih memilih untuk berjalan tanpa tali, hubungan yang sengaja tumbuh liar dan menjadi virus mematikan. Dengan ini kah kamu akan membayar segala ke ikhlasannya?

Tidak akan ada suara yang akan menggertakan bahwa sejarah kalian sudah berakhir. Tidak akan ada kamu dan aku lagi, tidak akan ada gerimis dan tempat itu, dan tidak akan pernah ada sentuhan jemari kalian.

Ketika jalan tersebut terhenti di suatu titik, dan hanya ada jurang yang dulu tempatmu menyelamatkan nya, kini pun kamu meninggalkannya lagi ditempat yang sama. Jurang, ruang sempit, tak beroksigen. Sepi! Ini lah perpisahan antara hukum dan alam.

Hukum yang selalu ingin menyatu dengan alam. Disini lah titik abstraksi di mulai dan berbutar dengan sendiri nya. Bahwa di lain tempat kamu begitu ingin merajai istana nya, menjadi bagian hidup nya. Bukankah itu sebuah impian? Atau doa mu setiap waktu?

Dia yang telah kamu paku dengan sejuta goresan – goresan pekat.

-alg- ζ

 

Advertisements

About algmegyawanti

yaa, this is me..

One response to “Sunday, 15 July…

  1. Pingback: Sunday, 15 July… « algmegyawanti

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: